Tampilkan postingan dengan label Blok Migas Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blok Migas Nasional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Januari 2014

BLOK MIGAS : "ASING" ATAU "NASIONAL", KALO "PERAMPOK" SAMA SAJA

Kisruh mengenai pengelolaan blok-blok migas nasional tak kunjung selesai. Beberapa pihak ngotot mengingkinkan pengelolaan blok-blok migas diberikan kepada nasional (BUMN) dalam hal ini Petetamina.  Entah apa yang ada dipikiran orang-orang ini, benarkah isu kepentingan rakyatyang mereka perjuangkan  atau hanya demi memuluskan kepentingan pribadi mereka. Inilah yang masih saya ragukan, sebab menurut saya bobroknya pengelolaan migas nasional bukan karena asing atau non asing. Tapi soal bagaimana kinerja pemerintah mengawasi dan mengontrol pengelolaan migas nasional. Asing dan non asing itu sama saja, nasional juga kalau mentalnya perampok tetap saja perampok.
Pemerintah harusnya mempunyai power yang kuat untuk mengontrol dan menentukan nasib pengelolaan migas nasional. Pertimbangan terpenting adalah siapapun yang mengelola blok migas nasional, harus bisa dan mau dikontrol oleh pemerintah. Jadi dasar pertibangnya bukan siapa yang akan mengelola, tetapi bagaimana mengotrol pengelolaan migas nasional supaya efisien, trasnparan dan berpihak kepada kepentingan rakyat Indonesia, itu saja. Kita harus berdaulat, harus punya power, kalau pemerintah punya power perusahaan asing seharus sebagai pekerja dalam mengelola migas kita, jadi tidak ada maslah dengan perusahaan asing. Tetapi pemerintah mampu tidak untuk membuat mereka mengikuti aturan main di negara kita.