Selasa, 18 Februari 2014

ESDM Targetkan Investasi US$ 38,83 M


Pemerintah mematok target investasi pada sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) selama 2014 sebesar US$ 38,82 miliar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik, mengatakan target investasi US$38,82 miliar itu lebih tinggi 22,6% dari realisasi investasi sektor ESDM tahun 2013 lalu yang mencapai US$31,67 miliar.

"Kami menargetkan pertumbuhan investasi sektor ESDM tahun ini. Jadi tahun politik tidak mempengaruhi perusahaan untuk berinvestasi, karena mereka terbiasa berinvestasi jangka panjang," katanya dikutip dari Bisnis Indonesia, Rabu (29/1).

Wacik menuturkan perusahaan sektor ESDM memang harus melakukan investasi jangka panjang, karena hasilnya pun untuk jangka panjang.

Ekspansi Produk ; Sinar Mas Group Bangun Pabrik Baru


Sinar Mas Group terus melakukan ekspansi dalam pengembangan produk-produk turunan minyak kelapa sawit (CPO) pada 2014 ini. Setelah mendapat kontrak perjanjian dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pemasok CPO sebagai bahan bakar pembangkit listri, Sinar Mas terus melanjutkan pengembangan produk turunan CPO dengan pembangunan pabrik pengolahan (smelter) fatty acid dan fatty alcohol di Indonesia.

Menurut Managing Director PT Sinar Mas Group, Gandi Sulistiyanto, untuk proyek pengolahan produk turunan itu, perusahaan telah merogoh kocek sebesar US$ 400 juta. "Untuk pembangunan pabrik fatty acid nilai investasi sebesar US$ 100 juta. Sedangkan, fatty alcohol mencapai US$ 300 juta," ujarnya pada acara Investor Forum 3, Rabu (22/1) ini.

Untuk membangun pabrik pengolahan itu, kata Gandi, Sinar Mas mendapat sokongan dana dari luar. "Ada pinjaman dari luar, tapi belum bisa kami sebut," kata dia seperti dilansir Kontan.

70 Triliun Untuk Akuisisi PGN


Wacana untuk menggabungkan kedua perusahaan besar anak negeri yaitu PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, dengan anak usaha PT Pertamina (Persero) yaitu Pertamina Gas (Pertagas) membuat hampir semua media nasional kaget, ide gila ini memang punya alasan-alasan tersendiri. Seperti sang Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang paling keukeuh menginginkan keduanya bergabung (akuisisi atau merger).

Dahlan Iskan menginginkan akuisisi itu dilakukan secara bertahap, walaupun kedua perusahaan BUMN itu sama-sama baik dan memiliki integritas tinggi dalam memajukan industri gas nasional, namun saat terjadi persaiangan usaha antara keduanya maka akan berimplikasi terhadap sirkulasi dan regulasi distribusi gas kedepan.

Ada dua sistem akuisisi versi Dahlan, antara lain dengan yaitu PGN membeli Pertagas dan opsi kedua Pertamina langsung membeli PGN.

“Ide ini untuk kejayaan bangsa dan untuk pelayanan rakyat agar lebih baik kedepannya, caranya bisa satu tahap dan bisa dua tahap, tergantung hasil kajian nanti dan untuk sementara kita masih membahasnya dulu,” tuturnya saat melakukan jumpa pers beberapa waktu lalu di kantornya pada Kamis, (16/1/2014) Jakarta Pusat.

Akuisisi PGN Rugikan BPJS Rp 468 M


Persoalan akuisisi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) oleh PT Pertamina (Persero) ternyata juga membawa kerugian bagi Jamsostek (BPJS Ketenagakerjaan) sebagai salah satu pemilik saham publik PGN.

BPJS Ketenagakerjaan ikut menanggung rugi karena harga saham PGN yang anjlok. Saat ini BPJS Ketenagakerjaan memiliki 525.817.000 saham PGN.

Pada 24 Oktober 2013, saham PGAS, kode saham PGN, masih berada dilevel Rp 5.450 per saham. Lalu, pada 27 Januari 2014, saham PGAS anjlok di level Rp 4.560, itu berarti terjadi kerugian sebesar Rp 890 per lembar saham.

Jika dikalkulasikan, maka kerugian BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 890 per saham dikalikan jumlah saham BPJS Ketenagakerjaan di PGAS yang sebanyak 525.817.000 lembar saham. Berarti total kerugian menjadi sekitar Rp 468 miliar.

2015, Indosmelt Akan Go Public


PT Indosmelt akan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering) pada akhir 2015 mendatang. Indosmelt berencana akan melepas saham 49% untuk mencari dana sebesar US$ 500 juta.

Natsir Mansyur, CEO Indosmelt, mengatakan Indosmelt membutuhkan dana untuk membiayai pembangunan smelter tembaga terintegerasi dengan gold refinery senilai US$1,5 miliar. Saat ini, perusahaan sudah melakukan pembicaraan dengan Bank Eksim Indonesia untuk mendapatkan pinjaman guna mendanai investasi tersebut.

“Sisanya, senilai US$500 juta kami ingin peroleh dari IPO. Setidaknya untuk membiayai investasi pembangunan gold-refinery. Kalau untuk smelter tembaga akan cari sendiri lewat bank juga,” kata Natsir di kantor Kemenperin, Senin (17/2).

Pertamina : Tak Ada Korban Jiwa Terbakarnya Kilang Dumai !



PT Pertamina (Persero) memberi penjelasan mengenai kronologi ledakan dan terbakarnya kilang Refinery Unit II Dumai di Jalan Putri Tujuh, Dumai Timur yang terjadi pada Minggu malam (16/2) lalu.

Seperti yang dikutip dalam situs resmi Pertamina, Senin (17/2). Peristiwa tersebut ketika dilakukan kenaikan temperatur pada Hydrocraking Unit (Unit HCU) 211. Lalu tiba-tiba muncul percikan api di heater 211-H-1, dan pada saat itu juga sistem langsung dimatikan.

Pertamina dan tim pemadam kebakaran berhasil memadamkan api di heater 211 –H -1 Refinery Unit II Dumai di Jalan Putri Tujuh, Dumai Timur, satu jam setelah kebakaran terjadi atau pukul 23.38 WIB.

"Tim HSSE Pertamina dibantu unit pemadam kebakaran setempat segera melokalisir api hingga bisa memadamkannya pada satu jam kemudian," ungkapnya.

Atas pristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa, warga yang tinggal di sekitar areal kilang pagi ini sudah beraktivitas kembali, meski sebelumnya sempat panik. 

Senin, 20 Januari 2014

RSJKO Provinsi Bengkulu Siap Tampung Caleg Korban Pimilu 2014

TRIBUNNEWS.COM – Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Provinsi Bengkulu menyiapkan 200 tempat tidur untuk para calon anggota legislatif (caleg) yang gagal menjadi anggota dewan dan mengalami depresi.
Direktur RSJKO Dr Bina Ampera Bukit mengatakan, saat ini persiapan jika ada caleg depresi telah tahap final, karena menurut dia, dari beberapa pengalaman pemilu dan pilkada sebelumnya, selalu ada caleg dan calon kepala daerah yang mengalami depresi.
"Kami siapkan 200 tempat tidur untuk caleg yang gagal jadi anggota dewan dan menderita depresi. Dalam setiap pemilu, setidaknya terdapat 10 hingga 20 orang caleg yang depresi," kata Bina, Senin (20/1/2014).
Dia melanjutkan, rata-rata penyakit yang diderita caleg tersebut adalah depresi yang dapat direhabilitasi dalam waktu satu bulan. Adapun bentuk perawatan yang diberikan berupa konseling. Namun, jika konseling tak membuahkan hasil, akan diberikan obat dan terapi serius.
Bina menjelaskan, caleg yang mengikuti program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bisa mendapatkan perawatan rehabilitasi secara gratis.

Sumber :
http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/01/21/rs-jiwa-di-bengkulu-siapkan-200-tempat-tidur-untuk-caleg-gagal/

Jumat, 17 Januari 2014

Rencana Pertamina di 2014, "Kembali" Gadaikan Industri Strategis Pada Asing

Tahun 2013 baru saja berakhir, kita semua masih dalam euphoria perayaan kedatangan tahun 2014. Sumua target di tahun 2013 telah berhasil kita capai dan rasakan hasilnya. Tahun baru telah tiba, saatnya membuat rencana-rencana baru, menetapkan target baru. Saya dan rekan-rekan pembaca, saat pasti sedang menyusun rencana dan target yang ingin dicapai pada tahun 2014. Mungkin diantara kita, ada yang sudah menemukan rencana-rencana barunya dan mungkin juga ada yang masih bingung dan menerka-nerka apa saja target yang harus tercapai di tahun 2014.

Namun lain halnya dengan Pertamina, nampaknya BUMN milik Negara ini sudah dari jauh hari mempersiapkan target dan rencana-rencana di tahun 2014 ini. Bahkan ada beberapa rencana yang sudah dilaksanakan. Ya, di tahun 2014 ini Pertamina memang mempunyai ambisi yang sangat luar biasa. Tentu saja, ini membuat saya dan rekan-rekan berdecak kagum dengan keberanian pertamina. Tetapi sayang, kemantapan pertamina menetapkan target dan rencana-rencananya di tahun 2014, tidak hanya menuai pujian, sebaliknya malah menuai kritik dan pesemistis dari masyarakat. Banyak kalangan menilai ambisi besar Pertamina ini, tidak sebanding dengan “tenaga” yang dimiliki.

BLOK MIGAS : "ASING" ATAU "NASIONAL", KALO "PERAMPOK" SAMA SAJA

Kisruh mengenai pengelolaan blok-blok migas nasional tak kunjung selesai. Beberapa pihak ngotot mengingkinkan pengelolaan blok-blok migas diberikan kepada nasional (BUMN) dalam hal ini Petetamina.  Entah apa yang ada dipikiran orang-orang ini, benarkah isu kepentingan rakyatyang mereka perjuangkan  atau hanya demi memuluskan kepentingan pribadi mereka. Inilah yang masih saya ragukan, sebab menurut saya bobroknya pengelolaan migas nasional bukan karena asing atau non asing. Tapi soal bagaimana kinerja pemerintah mengawasi dan mengontrol pengelolaan migas nasional. Asing dan non asing itu sama saja, nasional juga kalau mentalnya perampok tetap saja perampok.
Pemerintah harusnya mempunyai power yang kuat untuk mengontrol dan menentukan nasib pengelolaan migas nasional. Pertimbangan terpenting adalah siapapun yang mengelola blok migas nasional, harus bisa dan mau dikontrol oleh pemerintah. Jadi dasar pertibangnya bukan siapa yang akan mengelola, tetapi bagaimana mengotrol pengelolaan migas nasional supaya efisien, trasnparan dan berpihak kepada kepentingan rakyat Indonesia, itu saja. Kita harus berdaulat, harus punya power, kalau pemerintah punya power perusahaan asing seharus sebagai pekerja dalam mengelola migas kita, jadi tidak ada maslah dengan perusahaan asing. Tetapi pemerintah mampu tidak untuk membuat mereka mengikuti aturan main di negara kita.

PETA INFRASTRUKTUR MIGAS NASIONAL (KILANG MINYAK, KILANG LNG, KILANG LPG) INDONESIA


1. Peta Infrastruktur Migas Nasional update tahun 2013

Peta tersebut meliputi peta infrastruktur pipa migas, depot migas, dan kilang migas, tengki tambun bbm, kilang LPG, dll
 2. Peta Lokasi Kilang LNG Indonesia

Peta ini mengambarkan penyebaran lokasi kilang minyak nasional. Peta lokasi kilang minyak ini bersarakan data yang diupdate tahun 2013.
 3. Peta Lokasi Kilang LPG Indonesia

Peta ini menunjukan lokasi penyebaran kilang LPG nasional yang diupdate dari data tahun 2013.

4. Peta Lokasi Kilang Minyak Indonesia

Peta ini mengambarkan dan menginformasikan peta penyebaran lokasi kilang minyak nasional. Peta lokasi berdasarkan data update tahun 2013.









Welkinson
Sumber : Kementerian ESDM